Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
News

Mimpi, Ikhtiar, dan Tanggungjawab Seorang Sirajudin Lasena

×

Mimpi, Ikhtiar, dan Tanggungjawab Seorang Sirajudin Lasena

Sebarkan artikel ini
Penjabat Bupati Bolmut, Sirajudin Lasena, SE, M.Ec.Dev

Bolmut – Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena, berkisah soal keinginannya untuk memberikan banyak manfaat kepada masyarakat.

Sirajudin mengurai kisah ini jauh ke belakang, saat pertama kali Ia membaur dalam sistem Pemerintahan sejak Kabupaten Bolmut mekar tahun 2007 silam.

Saat itu, Dirinya yang masih berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil, ditugaskan untuk menjadi staf Pejabat Sementara Bupati Bolmut. Seiring waktu bergantinya kepemimpinan, Dirinya dipindah tugaskan secara berjenjang hingga menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Bolmut.

Selama melewati proses ini, Sirajudin mengungkap mimpinya yang sering terlintas. Mimpi untuk membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bolmut, baik dengan kemampuan secara pribadi maupun melalui kebijakan.

Meski demikian, Bupati yang akrab disapa Papa Rika ini, tetap berusaha membantu masyarakat sebisa mungkin, berikhtiar menjalankan tugas birokrasi dengan penuh loyalitas dengan tetap berpedoman pada aturan dan regulasi.

Puncaknya, segala mimpi itu dikabulkan dengan dilantiknya Sirajudin Lasena sebagai Penjabat Bupati Bolmut.

Amanah ini merupakan anugerah sekaligus beban menurut Sirajudin. Anugerah karena memiliki keleluasaan dalam hal kewenangan dan kebijakan di daerah sehingga dapat membantu dan memberikan manfaat bagi Masyarakat Bolmut, serta sekaligus beban karena kebawajiban Kepala Daerah adalah urusan yang paling berat pertanggungjawabannya, baik kepada sesama manusia maupun kepada Tuhan.

Hal ini lah yang mendorong Sirajudin berkerja dengan arif, bijaksana dan penuh tanggungjawab.

Saat ini, dibawah komando Penjabat Bupati Sirajudin Lasena, Pemkab Bolmut menerapkan pelayanan Birokrasi dengan tagline Gaspoll. “Jangan kita tidur nyenyak dalam keadaan kenyang, sementara ada masyarakat yang tidak bisa tidur karena kelaparan” kutip Sirajudin.