MANIAPOST.COM, BOLMUT — Suasana subuh di perbatasan Desa Keimanga dan Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, mendadak mencekam. Bukan sekadar menutup sebagian akses jalan, bencana tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem pada Kamis (12/03/2026) pukul 05:15 WITA, dilaporkan menghantam pemukiman warga hingga luluh lantak.
Material tanah dari tebing setinggi belasan meter meluncur deras dan menghantam bangunan semi permanen milik warga. Pantauan di lokasi memperlihatkan pemandangan memilukan; sebuah bangunan kayu roboh total, menyisakan tumpukan seng dan kayu yang berserakan menyatu dengan tanah.
Randi, salah satu warga yang menjadi korban terdampak, menceritakan detik-detik mengerikan saat bencana itu terjadi. Ia mengaku sempat mendengar suara gemuruh yang sangat keras sebelum menyadari dapur rumahnya sudah hancur.
”Kejadiannya sangat mendadak. Awalnya kami mendengar suara gemuruh longsor yang sangat besar. Beruntung sekali kami sedang tidak berada di ruangan bagian belakang. Sekarang kondisi dapur kami roboh dan rusak parah,” ungkap Randi dengan nada bergetar.
Selain satu bangunan yang rata dengan tanah, unit rumah lainnya kini dalam kondisi miring dan terancam ambruk susulan. Dinding bagian bawah hancur diterjang material, membuat bangunan tersebut sangat berbahaya untuk ditempati.
Hingga saat ini, situasi di lokasi masih dinyatakan genting. Tumpukan material tanah terlihat masih basah dan sangat labil. Ancaman kian nyata mengingat awan mendung masih menggelayut di langit Bolangitang Barat, yang berpotensi memicu longsor susulan.
Meski kerugian material ditaksir mencapai jutaan rupiah dan warga kehilangan sebagian tempat tinggal, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa subuh berdarah ini. Para penghuni rumah yang terdampak kini mulai mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Tak hanya itu, sebuah pohon besar yang baru saja tumbang dari tebing di sisi jalan juga melintang di jalur tersebut. Meskipun kondisi sangat berbahaya, terlihat seorang pengendara sepeda motor dengan boncengan nekat mencoba melintas, perlahan-lahan merayap di sela-sela lumpur dan di bawah ancaman tiang yang miring. Aksi nekat ini mencerminkan keterisolasian warga yang sangat membutuhkan akses.

Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera menurunkan bantuan dan alat berat untuk membersihkan material longsor yang masih mengancam keselamatan pemukiman di titik tersebut. (Mg)









