MANIAPOST.COM, BOLMUT – Suasana SMAN 1 Bintauna mendadak riuh pada Kamis (23/04/2026). Ratusan pelajar tampak antusias menyambut kehadiran Ketua Umum Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU), Standius Bara Prima, M.I.Kom, dan Bupati Bolmut, Dr. Sirajudin Lasena.
Keduanya hadir membawa misi penting: membakar semangat Gen Z agar tidak sekadar menjadi konsumen informasi yang pasif.
Dalam orasinya, Standius menegaskan bahwa di tahun 2026, bisa membaca saja tidak cukup. Tantangan terbesarnya adalah menyaring mana “emas” dan mana “sampah” di media sosial.
“Literasi hari ini adalah tentang kemampuan berpikir. Jangan cuma baca, tapi pahami dan sikapi informasi dengan bijak!” tegas Standius.
Ia menekankan bahwa kecakapan digital adalah “makanan pokok” untuk bertahan hidup di tengah gempuran hoaks. Literasi harus menjadi gaya hidup, bukan sekadar teori di dalam kelas.
Bupati Bolmut, Sirajudin Lasena, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.
“Literasi harus jadi gerakan bersama! Jika semua elemen terlibat—sekolah, komunitas, hingga warga—hasilnya akan dahsyat,” ujar Bupati dengan optimis.
Acara ini semakin berbobot dengan kehadiran deretan tokoh inspiratif, di antaranya: H. Farist Soeharyo (Stafsus Gubernur Bidang Kepemudaan), Januardo Binilang (Stafsus Gubernur Bidang IT), Faradilla Bachmid (Duta Baca Sulut), Syelly Kezia Toar (Putri Bitung 2022).
Kehadiran mereka mempertegas bahwa literasi digital di Sulawesi Utara kini menjadi prioritas utama.
Harapannya, aksi nyata di Bintauna ini melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan mampu memegang kendali masa depan di tengah bisingnya arus informasi. (MG)










